Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme
sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat
(kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara
tersebut.Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi
ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk
diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan
berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan
independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga
negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip
checks and balances.
Showing posts with label karakter bangsa. Show all posts
Showing posts with label karakter bangsa. Show all posts
Saturday, July 2, 2016
DEMOKRASI LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG DALAM MEMILIH PEMIMPIN
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 02, 2016
| No comments
Sistem Demokrasi Indonesia
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 02, 2016
| No comments
Demokrasi
adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya
mewujudkan kedulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk
dijalankan oleh pemerintah negara tersebut (KBBI, 2008:127). Demokrasi di
negara Indonesia sudah mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan dibebaskan menyelenggarakan kebebasan pers, kebebasan
masyarakat dalam berkeyakinan, berbicara, berkumpul, mengeluarkan
pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Tapi bukan berarti
demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan sempurna. Masih banyak persoalan
yang muncul terhadap pemerintah yang belum sepenuhnya bisa menjamin kebebasan
warga negaranya. Seperti meningkatnya angka pengangguran, bertambahnya
kemacetan di jalan, semakin parahnya banjir, dan masalah korupsi.
Dalam kehidupan
berpolitik di setiap negara yang kerap selalu menikmati kebebasan berpolitik
namun tidak semua kebebasan berpolitik berjalan sesuai dengan yang diinginkan,
karena pada hakikatnya semua sistem politik mempunyai kekuatan dan kelemahannya
masing-masing. Jika suatu negara mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan
kesejahteraan dengan sempurna, maka negara tersebut adalah negara yang sukses
menjalankan sistem demokrasi. Sebaliknya, jika suatu negara itu gagal
menggunakan sistem pemerintahan demokrasi, maka negara itu tidak layak disebut
sebagai negara demokrasi.
download makalah selengkapnya dalam bentuk microsoft word disini
IMPLEMENTASI PENANAMAN NASIONALISME DI SEKOLAH DASAR
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 02, 2016
| No comments
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Nasionalisme yang identik dengan semangat kebangsaan sangatlah diperlukan
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana dari segi perspektif historis,
sesungguhnya nasionalisme telah mulai muncul dan tumbuh secara nyata dalam
kesadaran kolektif bangsa Indonesia sejak kelahiran Boedi Oetomo 20 Mei 1908
dan lebih tegas lagi diekspresikan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Kesadaran kolektif akan rasa kebangsaan itu kian mengkristal ketika secara
sadar dan berani bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17
Agustus 1945. Kekuatan rasa kebangsaan itu semakin membaja justru ketika bangsa
Indonesia mempertahankan diri dari rongrongan berbagai pihak baik internal
maupun eksternal yang berusaha hendak memupus rasa kebangsaan pasca proklamasi
kemerdekaan.
Friday, July 1, 2016
DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN UMUM 2014
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 01, 2016
| No comments
Persaingan
politik merupakan konsekuensi dari sistem politik demokrasi yang menolak
monopoli kekuasaan pada pihak tertentu. Untuk konteks indonesia, persaingan
politik nyata dalam sistem multipartai yang menawarkan variasi cara pandang
mengenai dunia sosial. Cara pandang ini
muncul dalam bentuk ideologi, visi, misi, program dan janji-janji politik. Cara
pandang mengenai dunia sosial ini pada gilirannya akan menentukan kemenangan
politik. Kemenangan politik berkaitan erat dengan sejauh mana partai atau
kontestan politik berhasil merebut hati rakyat melalui program kerja yang
ditawarkan. Kemenangan para kontestan merupakan bukti kedekatan dan
keberpihakan pada permasalahan bangsa dan negara.
PENGARUH CORAK DEMOKRASI TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 01, 2016
| No comments
Indonesia telah berada pada era
reformasi. Banyak perubahan yang terjadi sejak masa demokrasi konstitusional
yang cenderung terpengaruh demokrasi
liberal hingga masa demokrasi Pancasila di era reformasi seperti saat ini.
Demokrasi telah membawa pengaruh terhadap sistem pemerintahan yang berlaku di
Indonesia. Pada awal kemerdekaan hingga tahun 1959 berlaku sistem parlementer.
Sistem parlementer gagal diterapkan di Indonesia karena tidak dapat menciptakan
stabilitas nasional. Setelah itu, berlaku kembali masa demokrasi Pancasila.
Tetapi dalam pelaksanaannya,presiden menjadi dominan dalam sistem pemerintahan
sehingga terciptalah sistem demokrasi terpimpin. Kegagalan sistem demokrasi
terpimpin membawa implikasi bagi diterapkannya demokrasi Pancasila di
Indonesia.
Hubungan media dan politik terhdap konstribusi pemilih
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 01, 2016
| No comments
A.
Latar
Belakang
Hubungan antara media dan politik sudah
berlangsung lama, jauh sebelum ilmu politik menemukan jati dirinya sebagai ilmu
yang berdiri sendiri dari Filsafat. Tetapi studi tentang pengaruh media
terhadap aktivitas politik baru menarik bagi para ahli ilmu-ilmu social nanti
dalam tahun 1930-an, terutama dalam hubungannya dengan pernyataan para
negarawan dan pemimpin partai politik yang memengaruhi opini publik. Kini media
massa memainkan peranan yang sangat penting dalam proses politik, bahkan
menurut Lichtenberg (1991) media telah menjadi aktor utama dalam bidang politik. la
memiliki kemampuan untuk membuat seseorang cemerlang dalam karier politiknya
INTERPRETASI HUKUM SEBAGAI UPAYA PENGENALAN DAN PENAFSIRAN HUKUM BAGI GURU
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On July 01, 2016
| No comments
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa penafsiran hukum
itu merupakan jantung hukum. Hampir tidak mungkin hukum bisa dijalankan tanpa
membuka pintu penafsiran. Muncul asumsi bahwa teks hukum sudah jelas adalah
satu cara saja bagi pembuat hukum untuk bertindak pragmatis seraya diam-diam
mengakui bahwa ia mengalami kesulitan untuk memberi penjelasan (Rahardjo, 2005:1).
Thursday, June 30, 2016
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On June 30, 2016
| 2 comments
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
MELALUI PENDEKATAN QUANTUM TEACHING
DALAM PEMBELAJARAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
ABSTRAK
Penggunaan Metode Pembelajaran Quantum
Teaching merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat
dan kreativitas belajar siswa sehingga mampu meningkatkan daya serap serta
hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran sering ditemui
kenyataan bahwa menggunakan model-model pembelajaran belum banyak dilakukan
oleh guru, guru hanya sering berceramah dan pemberian tugas tanpa melibatkan siswa secara aktif. Hal ini
dapat menyebabkan siswa pasif dan siswa kurang kreatif yang pada akhirnya siswa
kurang memperhatikan pelajaran dan daya serap siswa dalam menerima pelajaran rendah.
Untuk itu dalam penelitian ini peneliti menerapkan metode pembelajaran quantum
teaching untuk meningkatkan hasil
belajar siswa.
Pada siklus I dan siklus II hasil
yang dicapai cukup dan baik. Siswa lebih memperhatikan pelajaran dan daya serap
siswa dalam pelajaran meningkat yang berdampak pada peningkatan hasil belajar
siswa.
Dengan hasil yang diperolah dalam
penelitian ini, maka tujuan dalam penelitian ini terjawab yakni penerapan
metode quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran
IPA tentang Pesawat Sederhana pada siswa kelas V SD Negeri Wonodadi 01 Tahun
Pelajaran 2010/2011.
download jurnal selengkapnya dalam microsoft word disini
PERAN PENILAIAN KINERJA GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESI GURU
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On June 30, 2016
| No comments
PERAN
PENILAIAN KINERJA GURU
DALAM
PENGEMBANGAN PROFESI GURU
Abstrak
Kinerja guru adalah
tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas pendidikan sesuai dengan
tanggung jawab dan wewenangnya berdasarkan standar kinerja yang telah
ditetapkan selama periode tertentu dalam kerangka mencapai tujuan pendidikan. Dalam
upaya meningkatakan kinerja yang baik diperlukan proses penilaian kinerja. Tujuan
penilaian dikategorikan sebagai suatu yang bersifat evolution dan development
yang bersifat evaluation harus menyelesaikan, antara lain a) hasil penilaian
digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi; b) hasil penilaian digunakan
sebagai staffing decision; c) hasil penilaian digunakan sebagai dasar
mengevaluasi sistem seleksi. Sementara yang bersifat development penilai harus
menyelesaikan: a) prestasi riil yang dicapai individu; b) kelemahan-kelemahan
individu yang menghambat kinerja; c) prestasi-prestasi yang dikembangkan. Kegiatan
pengembangan profesi adalah kegiatan guru dalam rangka penerapan dan
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keterampilan untuk
meningkatkan mutu proses pembelajaran dalam rangka menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi pendidikan pada umumnya maupun lingkup sekolah pada khususnya.
Kata Kunci: kinerja, penilaian, pengembangan profesi
guru.
download jurnal selengkapnya dalam bentuk microsoft word disini
PERAN KEPRAMUKAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On June 30, 2016
| No comments
PERAN
KEPRAMUKAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
(
Mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Dasar
Universitas
Negeri Surabaya)
Abstrak Bahasa
Indonesia
Pendidikan
karakter merupakan usaha sadar dan terencana untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi dari masing-masing individu untuk membentuk suatu
pemikiran yang tertanam dalam dirinya sebagai suatu kebiasaan positif.
Pendidikan karakter sangat menentukan tingkat keunggulan suatu negara. Salah
satu media yang berperan dalam mengembangkan pendidikan karakter yaitu
kepramukaan. Karena dalam Pramuka terdapat semua kegiatan yang bisa
mengembangkan karakter seseorang. Dengan
adanya pramuka di satuan pendidikan yang keberadaanya tidak hanya sebatas papan
nomor gugus depan, tetapi di dalamnya terdapat kegiatan rutin yang
berkesinambungan, maka penanaman pendidikan karakter dengan indikator 23
karakter yang terdapat dalam Dasa Darma sudah berjalan seiring dengan
berjalannya proses kepramukaan tersebut.
download jurnal selengkapnya dalam bentuk microsoft word disini
Thursday, March 12, 2015
18 Karakter Bangsa Antara Harapan dan Kenyataan
Posted by Sampai Mati Harus Belajar
On March 12, 2015
| No comments
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan daya upaya memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelect) dan tubuh anak, dimana bagian-bagian tersebut tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita (Bapak Pendidikan Nasional: Ki hadjar Dewantara). Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu dan mewujudkan keabikkan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Dalam konteks kehidupan bermasyatakat, berbangsa dan bernegara Indonesia, diyakini bahwa nilai dan karakter yang secara legal-formal dirumuskan sebagai fungsi dan tujuan pendidikan nasional, harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan hidup pada saat ini dan di masa mendatang.
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan daya upaya memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelect) dan tubuh anak, dimana bagian-bagian tersebut tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita (Bapak Pendidikan Nasional: Ki hadjar Dewantara). Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu dan mewujudkan keabikkan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Dalam konteks kehidupan bermasyatakat, berbangsa dan bernegara Indonesia, diyakini bahwa nilai dan karakter yang secara legal-formal dirumuskan sebagai fungsi dan tujuan pendidikan nasional, harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan hidup pada saat ini dan di masa mendatang.
Subscribe to:
Posts (Atom)










