Monday, July 4, 2016

ANTARA AYAH, ANAK DAN BURUNG GAGAK

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 04, 2016 | No comments


Pada  suatu  petang  seorang  tua  bersama  anak  mudanya  yang  baru  menamatkan pendidikan  tinggi  duduk  berbincang-bincang  di  halaman  sambil  memperhatikan  suasana  di sekitar mereka.
Tiba-tiba  seekor  burung  gagak  hinggap  di  ranting  pokok  berhampiran.  Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si  ayah  mengangguk-angguk,  namun  sejurus  kemudian  sekali  lagi  mengulangi
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu
menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si  anak  merasa  agak  keliru  dan  sedikit  bingung  dengan  pertanyaan  yang  sama
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun  tidak  lama  kemudian  sekali  lagi  sang  ayah  mengajukan  pertanyaan  yang
serupa  hingga  membuat  si  anak  hilang  kesabaran  dan  menjawab  dengan  nada  yang  kesal
kepada si ayah,
“Itu  gagak,  Ayah.”  Tetapi  agak  mengejutkan  si  anak,  karena  si  ayah  sekali  lagi
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang
sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal
hal  tersebut  dan  saya  sudah  juga  memberikan  jawabannya.  Apa  lagi  yang  Ayah  mau  saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si   ayah   lalu   bangun   menuju   ke   dalam   rumah   meninggalkan   si   anak   yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba
seekor  gagak  hinggap  di  pohon  berhampiran.  Anakku  terus  menunjuk  ke  arah  gagak  dan
bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau  bagaimana  pun,  anakku  terus  bertanya  soal  yang  serupa  dan  setiap  kali  aku
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah  selesai  membaca  paragraf  tersebut  si  anak  mengangkat  muka  memandang  wajah  si
Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari  ini  Ayah  baru  bertanya  kepadamu  soal  yang  sama  sebanyak  5  kali,  dan  kau
telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu  si  anak  seketika  itu  juga  menangis  dan  bersimpuh  di  kedua  kaki  ayahnya
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.

PESAN:
Jagalah     hati     dan     perasaan     kedua     orang     tuamu,     hormatilah     mereka.
Sayangilah     mereka     sebagaimana     mereka     menyayangimu     di     waktu     kecil.
Kita  sudah  banyak  mempelajari  tuntunan  Islam  apalagi  berkenaan  dengan  berbakti
kepada  kedua  orangtua.Tapi  berapa  banyak yang  sudah  dimengerti  oleh  kita  apalagi
diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.

SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat…. 

Perkembangan Kognitif Anak di Sekolah Dasar

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 04, 2016 | 4 comments
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu usaha manusia dengan penuh tanggung jawab untuk membimbing anak didik menuju kedewasaan dan membekali generasi bangsa (siswa) dengan berbagai kemampuan dan keterampilan hidup, sehingga diharapkan mampu merubah pola pikir masyarakat agar dapat bertahan hidup dan dapat bersaing dengan kehidupan yang penuh perkembangan ilmu pengetahuan.  Fungsi dari pendidikan itu sendiri adalah membimbing anak ke arah tujuan yang kita nilai tinggi.
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Istilah pertumbuhan dan perkembangan sering digunakan secara interchangeably. Artinya,kedua istilah tersebut dipakai secara silih berganti dengan maksud sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan ukuran fisik yang bersifat kuantitatif, semakin besar atau panjang dan prosesnya terjadi sejak anak belum lahir hingga ia dewasa. Sedangkan perkembangan merupakan suatu perubahan yang bersifat kualitatif dari fungsi-fungsi tubuh.

Sunday, July 3, 2016

Politik Pendidikan di Indonesia

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 03, 2016 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Kualitas pendidikan merupakan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang maju akan mengangkat martabat sebuah negara di mata dunia.  Berdasarkan survei Unesco pada tahun 2004 tentang kualitas pendidikan di dunia, Indonesia berada pada peringkat ke-114 dari sekitar 175 negara di dunia. Peringkat tersebut jauh di bawah Malaysia, Filipina, maupun Singapura (Muhajir:2011). Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di abad 21.
PENERAPAN PENGAJUAN MASALAH (PROBLEM POSING) DALAM PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG CAMPURAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS IV SDN DAYA 1 MAKASSAR
Muhammad Amirullah
Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Surabaya
guruamirsdndaya1@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita melalui pengajuan masalah (problem posing).  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus. Tiap siklus pembelajaran terdiri atas (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Perangkat yang digunakan meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembalajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa serta lembar angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diikutinya. Dari hasil analisis diperoleh: (1) peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 57,8 dengan persentase 45% dan pada siklus II diperoleh rata-rata 77,6 dengan persentase 80%. (2) keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran pada siklus I mencapai kategori sering dengan persentase 60% dan pada siklus II mencapai kategori selalu dengan persentase 93%. (3) tanggapan siswa cenderung berminat dengan kategori persentase setuju 76,92%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran operasi hitung campuran dengan pengajuan masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas IV SDN Daya 1 Makassar.
Kata Kunci : Pengajuan Masalah, Soal Cerita

Sistem Pendidikan Di Jepang

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 03, 2016 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Bangsa yang besar adalah bangsa yang berkomitmen membangun sektor pendidikannya. Menurut pendapat Paulo Freire, seorang pakar filsafat, ”Pendidikan sesungguhnya adalah alat untuk mencerdaskan manusia.” Sejarah pun telah membuktikan bahwa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Yunani dan negara-negara maju lainnya membangun bangsa dengan tahapan perdananya yang berorientasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghargai perkembangan ilmu pengetahuan. Bagaimana dengan kemajuan sektor pendidikan di Indonesia?

Fakta Pendidikan di Finlandia

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 03, 2016 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN

download makalah selengkapnya dalam microsof word disini 
A. Latar Belakang Masalah
Memahami arti pendidikan berarti mengerti investasi masa depan bagi sebuah bangsa. Karena keberhasilan pendidikan di sebuah Negara baru akan dirasa manfaatnya sepuluh atau lima belas tahun ke depan. Hal ini menandakan pendidikan adalah investasi luar biasa yang benar-benar harus dipersiapkan dengan matang. Pendidikan merupakan refleksi kemajuan di sebuah Negara. Kebijakan strategis di bidang pendidikan merupakan hal yang wajib ditegaskan demi kemajuan sebuah bangsa.

Etika dan Urgensi Pendidikan

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 03, 2016 | No comments
 BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan    merupakan    wahana   transformasi  pengetahuan,    sikap    dan keterampilan   untuk    pengembangan   pribadi   dalam   mencapai    kematangan   dan kedewasaan. Meliono (dalam Tilaar, 2011: 59) menyatakan bahwa pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk mencerdaskan manusia serta membuat manusia memiliki eksistensi yang lebih bermartabat. Pendidikan tidak hanya mengembangkan ilmu,    teknologi    dan keterampilan, 

Saturday, July 2, 2016

Pengaruh Biaya dan Analisis Biaya Dalam Ekonomi Pendidikan

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 02, 2016 | No comments

Latar Belakang
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan suatu faktor kebutuhan dasar untuk setiap manusia sehingga upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, karena melalui pendidikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.

Laporan Buku "Politik Hukum di Indonesia" Cetakan Ke V

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 02, 2016 | No comments
BAB I
IDENTITAS BUKU




Judul
:
Politik Hukum di Indonesia
Cetakan ke V
Pengarang
:
Prof. Dr. Moh. Mahfud MD
Jumlah Halaman
:
413
Tahun Penerbit
:
2012
Penerbit
:
PT Rajagrafindo Persada
Tempat Terbit
:
Jakarta
Bibliografi Singkat
:
Mahfud MD. Mahfud MD terlahir dengan nama lengkap Mohammad Mahfud dilahirkan pada 13 Mei 1957 di Omben, Sampang Madura, Mahfud MD tercatat pernah menjabat sebagai Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) Indonesia, Mahfud MD terlahir dari pasangan Mahmodin dan Suti Khadidjah. Mahfud MD adalah anak keempat dari tujuh bersaudara.
Moh. Mahfud MD adalah guru besar Hukum Tata Negara. Perjalanan kariernya dimulai dari pekerjaan sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Dia telah menulis belasan buku dan ratusan makalah serta artikel dalam bidang hukum. Dalam perjalanan kariernya, dia pernah menjadi Menteri Pertahanan serta Menteri Kehakiman dan HAM (1999-2001) dan kemudian menjadi anggota DPR-RI (2004-2008). Karier cemerlang selanjutnya adalah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

download laporan buku selengkapnya disini dalam bentuk microsoft word

Blogroll

×

About