Saturday, July 2, 2016

IMPLEMENTASI PENANAMAN NASIONALISME DI SEKOLAH DASAR

Posted by Sampai Mati Harus Belajar On July 02, 2016 | No comments
BAB I
PENDAHULUAN
                
                                                                  
A.    Latar Belakang
Nasionalisme yang identik dengan semangat kebangsaan sangatlah diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana dari segi perspektif historis, sesungguhnya nasionalisme telah mulai muncul dan tumbuh secara nyata dalam kesadaran kolektif bangsa Indonesia sejak kelahiran Boedi Oetomo 20 Mei 1908 dan lebih tegas lagi diekspresikan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kesadaran kolektif akan rasa kebangsaan itu kian mengkristal ketika secara sadar dan berani bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Kekuatan rasa kebangsaan itu semakin membaja justru ketika bangsa Indonesia mempertahankan diri dari rongrongan berbagai pihak baik internal maupun eksternal yang berusaha hendak memupus rasa kebangsaan pasca proklamasi kemerdekaan.
download makalah selengkapnya dalam bentuk microsoft word disini

Seiring perkembangan jaman dan globalisasi, semangat nasionalisme generasi muda umumnya dan siswa SD khususnya mulai meredup. Oleh karena itu, sekarang ini sedang digencarkan lagi penumbuhan kembali semangat nasionalisme yaitu kesadaran untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dengan pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan karakter yang berpangkal pada nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan karakter sekarang ini sedang gencar-gencarnya diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. kini sedang gencar menitikberatkan pada pendidikan karakter. Hal ini menjadi satu titik terang bagi pendidikan untuk lebih memiliki karakter pada setiap individunya. Munculnya kurikulum pendidikan karakter yang selalu diintegrasikan ke dalam setiap matapelajaran tentunya tak lepas dari berbagai permasalahan. Keprihatinan pemerintah akan karakter anak bangsa yang telah mengindikasikan kerusakan menjadi faktor utama diadakannya kurikulum ini.
Rasa nasionalisme anak-anak bangsa yang semakin mengalami penurunan menjadi sorotan tersendiri. Nasionalisme itu sendiri termasuk salah satu dari 18 butir dari nilai-nilai pendidikan karakter. Dengan adanya pendidikan karakter diharapkan mampu mengembalikan rasa nasionalisme pada diri peserta didik.
Degradasi karakter pada generasi muda telah berimbas pada menurunnya rasa nasionalisme. Sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya serta kurikulum, di SD pengetahuan tentang nasionalisme masih dalam batas pada definisi dan impelementasinya saja. Mengingat SD merupakan pendidikan dasar bagi generasi muda Indonesia, maka penanaman nasionalisme sangat diperlukan mengingat arus globalisasi yang tidak bisa dibendung.
Generasi muda Indonesia haruslah percaya diri terhadap kebudayaan lokalnya, kebhinekaan dan kebesaran nusantaranya. Tidak dapat dipungkiri generasi muda mulai terombang-ambing oleh arus globalisasi dan cenderung melupakan nilai luhur kebudayaan bangsa. Keadaaan yang demikian tanpa kita sadari telah mengikis rasa cinta tanah air pada sebagian besar individu di Indonesia.
Kita memang tidak diperbolehkan untuk menarik diri dari globalisasi karena ketika kita menghindari globalisasi kita akan menjadi bangsa yang tertinggal. Sejatinya globalisasi bisa menjadi jalan yang terbuka lebar untuk setiap bangsa memperkenalkan identitas dan membanggakannya di kancah internasional. Sebaliknya, banyak generasi muda Indonesia Bangsa yang malah mengagung-agungkan budaya luar dan melupakan budaya bangsa sendiri.
Siswa SD yang rata-rata berusia antara 6-12 tahun memiliki beberapa karakteristik. Salah satunya adalah senang melihat/merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung hal-hal yang dapat diamati (Sumantri dan Sukmadinata dalam Wardani, 2012: 89). Oleh karena itu, sangat efektif jika pendidikan nasionalisme dapat diimplementasikan di SD.
Seperti kita ketahui bahwa ‘Ala bisa karena biasa’ dan Practise makes perfect merupakan dua ungkapan dari dua bahasa yang berbeda tetapi memiliki nuansa makna yang mirip. Keduanya memiliki paradigma bahwa suatu tindakan akan teraplikasi dengan baik ketika tindakan itu dijadikan suatu kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi hal yang baik ketika dipandu dan diarahkan dengan benar. Dengan menerapkan pembiasaan yang dilihat dan ditiru dari sekolah, murid akan langsung memahami dan menilai karakter yang baik dan benar. Berdasarkan latar belakang diatas, maka makalah ini akan memaparkan tentang penanaman nasionalisme pada siswa Sekolah Dasar melalui pembiasaan

download makalah selengkapnya dalam bentuk microsoft word disini

0 komentar:

Post a Comment

Blogroll

×

About